ZAMANoke.com-SUKSES menjadi tuan rumah Grand Opening Tour de Singkarak (TdS) 2017, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, langsung tancap gas dalam mengembangkan atraksi wisata.
Di area yang sama (Istano Basa Pagaruyung), Kabuapen Tanah Datar kembali akan mengelar Festival Pesona Budaya Minangkabau (FPBM) pada 29 November hingga 3 Desember mendatang.
Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan, ada sepuluh rangkaian kegiatan selama festival ini berlangsung. Semuanya akan dikemas seapik mungkin, agar wisatawan yang hadir dapat mengenal tradisi dan kekayaan budaya Minangkabau secara utuh.
“Even ini nantinya akan dihadiri oleh masing-masing utusan dari 19 kabupaten atau kota se-Sumbar, provinsi tetangga Riau dan Jambi serta dari negara tetangga Malaysia dan Singapura. Negeri Sembilan dan Johor Baru sudah diundang. Sampai saat ini konfirmasi yang hadir Johor Baru, sanggar mereka akan tampil dalam even ini,” ungkap Irdinansyah menjelaskan.
Event ini akan dibuat padat aktivitas. Di antaranya ada Kegiatan Arakan Jamba, Makan Bajamba, Pegelaran Seni Spesifik Tanah Datar, Pagelaran Budaya Melayu Malaysia dan Riau,Pagaruyuang dan Pacu Jawi.
“Pameran Matrilineal juga akan tampil sebagai pembeda, selain Pagelaran Kesenian Kabupaten/ Kota se-Sumatera Barat dan Pameran Foto Pesona Budaya Minangkabau,” urainya.
Yang menarik, juga akan ada acara penyerahan Rekor MURI arak-arakan 1111 Dulang Jamba yang berhasil dipecahkan akhir Oktober lalu. “Nanti untuk penyerahan rekor MURI 1111 Dulang Jamba akan diiringi tari massal arakan Jamba,” tambah bupati lagi.
Event Pesona Budaya Minangkabau akan dibuat padat aktivitas, seperti Arakan Jamba, Makan Bajamba, Pegelaran Seni Spesifik Tanah Datar, Pagelaran Budaya Melayu Malaysia dan Riau,Pagaruyuang dan Pacu Jawi.
Wisatawan juga diajak untuk mengenal budaya kekerabatan masyarakat Minangkabau yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dalam Pameran Matrilineal. Sistem matrilineal adalah suatu sistem yang mengatur kehidupan dan ketertiban suatu masyarakat yang terikat dalam suatu jalinan kekerabatan dalam garis ibu.
Dalam pameran matrilineal akan bekerja sama dengan Museum Aditiawarman, Balai Pelestarian Nilai Budaya di Padang. Dalam pameran mendatangkan benda-benda dari Balai Arkeologi Medan, Museum Presiden Bogor, Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali.
“Juga akan ditampilkan benda-benda matrilineal dari Balai Manusia Purba Sangiran, Badan Konservasi Candi Borobudur, Jawa Tengah dan Samarinda,” pungkasnya. (hen)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top