ZAMANoke-SEPERTINYA, bantuan dari pihak BPBD,terhadap desa desa di Kabupaten Mentawai, berupa perahu disertai mesin bot tempel, untuk para nelayan di sana, terkesan asal jadi dan dianggap tak layak pakai, oleh para nelayan di sana. Sebab, sekitar 222 buah perahu bantuan nelayan, yang akan diserahkan pada akhir November tahun ini, terlihat sudah banyak yang rusak.
Informasi dan hasil investigasi Zamanoke, diketahui , adanya sederatan ratusan perahu disertai mesin bot 5 pk, di tepi pantai sekitar pelabuhan Sikakap.Terlihat diantaranya, sudah ada cadik perahu yang sudah patah. Kabarnya, proyek pengadaan 200 lebih perahu, untuk nelayan di berbagai desa itu, hanya ditunjuk langsung oleh pihak BPBD alias tidak ditenderkan.Padahal, nilai proyeknya puluhan miliyar rupiah.
Menurut salah seorang warga Sikakap, yang disapa El, penyebab patahnya cadik pada beberapa buah perahu bantuan dari BPBD itu, karena kayu yang digunakan, kualitasnya tidak layak untuk sebuah perahu nelayan, yang akan melaut dan diterpa air laut. Begitu juga dengan bahan viberclas yang digunakan, sangat tipis. Jelas, akan mudah pecah bila terbentur karang nantinya, jelas El yakin.
Proyek pengadaan perahu nelayan mentawai tersebut, rencananya akan di serahterimakan pada akhir bulan Novemver tahun ini, dan diterima langsung oleh Bupati Mentawai, Yudas S.Namun, ketika hal tersebut dionfirmasikan pada pihak BPBD Mentawai, tidak bersedia berkomentar. “Langsung saja konfirmasi ke BPBD provinsi pak,”ujar salah seorang pegawai BPBD di sana.( Vis/RD ).



0 komentar:

Posting Komentar

 
Top