ZAMANoke.com-MEMANG, bila dihayati kehidupan ini, di antara kenikmatan terbesar adalah kegembiraan, ketentraman, dan ketenangan hati.Sebab, dalam ketenangan hati itu terdapat keteguhan pikiran, produktifitas yang bagus, dan ketenangan jiwa.Banyak yang bilang, kegembiraan merupakan seni yang dapat dipelajari. Artinya, siapa yang tahu cara memperoleh, merasakan dan menikmati kegembiraan, maka ia akan dapat memamfaatkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, saat ini maupun masa depannya.
Untuk itu, modal utama untuk meraih kebahagian terutama kebahagian rumah tangga adalah, kekuatan atau kemampuan diri untuk menanggung beban segala cobaan kehidupan, tidak mudah goyah dari goncangan- goncangan, tidak gentar oleh peristiwa- peristiwa.Meskipun, terkadang ketika mengetahui secara jelas, adanya perbuatan zina yang telah dilakukan suami atau istri dengan orang lain.Tetaplah tegar, dan minta petunjuk Allah, apa yang harus dilakukan, agar rumah tangga tidak lagi dilumuri dosa dosa besar.
Sebaliknya, hati yang lemah, tekad lemah, rendah semangat, dan selalu gelisah tak ubahnya dengan gerbong kereta yang mengangkut kesedihan, kecemasan, dan kekhawatiran. Makanya, barang siapa membiasakan jiwanya bersabar dan tahan terhadap segala benturan, niscaya goncangan apapun dan tekanan dari manapun akan terasa ringa Sementara, musuh yang selalu menjadi penghalang untuk mencapai kenikmatan hidup dan ketenangan hati, yakni wawasan yang sempit, pandangan yang licik, dan egoisme. Karena itu Allah melukiskan musuh- musuh-Nya adalah, “Mereka dicemaskan oleh diri mereka sendiri”.(QS.Ali `Imran :154).
Biasanya, orang- orang yang berwawasan sempit, senantiasa melihat seluruh alam ini seperti apa yang mereka alami.Mereka tidak pernah memikirkan apa yang terjadi pada orang lain, tidak pernah hidup untuk orang lain, dan tidak pernah memperhatikan sekitarnya. Memang ada kalanya kita harus memikirkan diri kita sendiri dan menjaga jarak dengan sesama, yakni ketika sedang melupakan kesedihan, kegundahan. Dan itu artinya, kita mendapatkan dua hal secara bersamaan, membahagiakan diri kita dan tidak merepotkan orang lain.
Cara yang mendasar dalam seni mendapatkan kegembiraan, adalah bagaimana mengendalikan dan menjaga pikiran agar tidak terpecah. Bila kita tidak bisa mengendalikan diri setiap melakukan sesuatu, maka setiap melakukan sesuatu, niscaya tidak terkendali. Dan ia akan mudah membawa kita pada berkas- berkas masa lalu. Akibatnya, pikiran liar yang tak terkendali itu , tak hanya akan menghidupkan kembali luka lama, tapi juga membisikkan masa depan yang mencekam. Ia dapat juga membuat tubuh gemetar, kepribadian goyah, dan perasaan terbakar. Karena itu, kendalikan pikiran kita ke arah yang baik dan mengarah pada perbuatan yang bermamfaat.
Dan, bertawakallah kepada Dzat Yang Maha Hidup dan tidak pernah mati. (QS.Al-Furqan:58).
Terus, yang tak dapat dilupakan, dalam mempelajari cara meraih kegembiraan, kita harus menempatkan kehidupan ini sesuai dengan porsi dan tempatnya. Bagaimanapun, kehidupan ini laksana permainan yang harus diwaspadai. Pasalnya, ia dapat menyulut kekejian, kepedihan dan bencana. Jika demikian halnya sifat- sifat dunia, maka mengapa ia harus begitu diperhatikan dan ditangisi ketika gagal diraih.
Keindahan hidup di dunia ini acap kali palsu, janji- janjinya hanya fatamorgana belaka, apapun yang ia lahirkan senantiasa berakhir pada ketiadaan, orang yang paling bergelimang dengan hartanya adalah orang yang paling merasa terancam, dan orang yang selalu memuja dan memimpikannya akan mati terbunuh oleh pedang waktu yang pasti tiba.
Dalam sebuah hadits disebutkan, “ Sesungguhnya ilmu itu didapat hanya dengan belajar, dan kesabaran itu diperoleh hanya dengan latihan.”
Nah, yang sangat perlu kita perhatikan, bahwa kegembiraan dan ketenangan hati itu tidak datang begitu saja. Tapi, Harus diusahakan dan dipenuhi segala sesuatu yang menjadi persyaratannya.Dan juga, untuk mencapai kebahagian, kita harus menahan diri dari hal- hal yang tak bermamfaat. Begitulah diantaranya, cara menempa jiwa agar senantiasa siap di ajak mencari kebahagiaan dan ketenangan hati serta kegembiraan dalam kehidupan ini

0 komentar:
Posting Komentar