ZAMANoke.com-ANUGERAH Swasti Saba diberikan kepada 122 Kabupaten/ Kota dan 3 Provinsi, sebagai tim Pembina Kabupaten/ Kota Sehat terbaik yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyerahan penghargaan Swasti Saba ini, diadakan setiap dua tahun sekali dan merupakan kerjasama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan, melalui Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 Nomor 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat.
Dirjen Bina Pembangunan Daerah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kepala daerah yang hadir dan berkomitmen penuh mendukung penyelenggaraan program Kabupaten Kota Sehat, semoga melalui penghargaan ini dapat menginspirasi kepala daerah lainnya.
Dalam penghargaan ini, terdapat tiga kategori yaitu, SWASTI SABA PADAPA (pemantapan), SWASTI SABA WIWERDA (pembinaan) dan SWASTI SABA WISTARA (pengembangan)
Dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat salah satu daerah yang berhasil meraih penghargaan dalam kategori Swasti Saba Wiwerda, ungkap Ir. Diah Indajati, MSC.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM pada ajang Penganugerahan Swastisaba Kabupaten/ Kota Sehat 2017, di Ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Selasa (28/11) ini.
Penyerahan sertifikat dan tropi bagi 104 kabupaten/ kota dan provinsi yang menerima penghargaan Swasti Saba 2017 ini dilakukan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek dan Sekjen Kemendagri serta Sekjen Kementerian Kesehatan.
Turut mendampinggi Bupati, Ketua TP-PKK Persatuan Kabupaten Solok Ny. Desna Devi Gusmal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok dr. Hj. Sri Efianti, M. kes, Kepala BKD Kabupaten Solok M. Djoni, SSTP. M.Si, Kepala PU_Perum Deni Prihatni, ST, MT.
Dalam sambutannya Menkes menyampaikan, dalam rangka memajukan pembangunan di Indonesia, khususnya pembangunan kesejahteraan kesehatan diharapkan sekali wawasan kesehatan dan lingkungan tempat tinggal di Kabupaten/ Kota sama-sama ditingkatkan.
Penyerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap pelaksanaan program Kabupaten Kota Sehat, semua itu karena masyarakat telah berperan secara aktif baik sebagai subjek maupun obyek pembangunan kesehatan, serta berkiprah sebagai agen perubahan, tambanya.
Penguatan koordinasi dapat terus ditingkatkan, disertai dengan pemberdayaan masyarakat serta kesehatan, kalau masalah investasi di masa yang akan dating, adalah kewajiban bersama dalam menjadikan negara yang lebih berkualitas sebagai modal pembangunan, harap Menkes.
Bahkan Menkes menekankan, penghargaan ini bukan merupakan tujuan utama, poin penting dari KKS yaitu koordinasi lintas sektor pemerintahan, pemangku kepentingan dan masyarakat, yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pembangunan berwawasan kesehatan dan lingkungan. (hen)
0 komentar:
Posting Komentar