ZAMANoke-com-MUSEUM Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatatkan 1.227 tungku cangkuak sebagai rekor baru di dunia, pada Festival Memasak 1.227 Cangkuak yang dilaksanakan di Jalan Sudirman depan Kompi Markas Secata B Padang Panjang pada Minggu (26/11) kemaren.
Pemberian rekor MURI dengan nomor rekor 8.243 tersebut, disaksikan oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo dan disaksikan Sekdako Padang Panjang Indra Gusnady, Anggota DPR-RI Suir Syam, Ketua DPRD Novi Hendri, Kapolres AKBP Cepi Noval, Kepala Dinas Pariwisata Hendri Fauzan dan Ketua Panitia Dedi Ariandi.
Senior Manager MURI Awan Rahargo usai penyerahan Piagam Rekor MURI tersebut menyampaikan, kedatangannya ke Padang Panjangan adalah untuk menyaksikan pemecahan rekor memasak 1.227 Cangkuak dan ini merupakan rekor baru di dunia.
“Kota Padang Panjang termasuk Kota yang melestarikan Kuliner Nusantara, dimana sebelumnya kami cuma mengetahui bahwa makanan Khas di Minang ini hanya Rendang, dan saat ini Kota Padang Panjang dapat membuktikan dan memecahkan Rekor Dunia melalui makanan Cangkuak,” kata Awan Rahargo.
Kota Padang Panjang sangat luar biasa, karena dapat membuat sebuah makanan Khas dengan menggunakan 7 macam bumbu, dan bumbunya itupun didapat dari hasil kebun sendiri tidak harus dibeli dipasar.
“Tadi saya menghitung secara manual, ada 1.227 tungku memasak cangkuak dan ini yang pertama dilakukan di dunia, saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Padang Panjang dan seluruh panitia kegiatan yang telah melaksanakan kegiatan pemecahan rekor baru ini,” terangnya.
“Kami sangat berterimakasih sekali kepada Kota Padang Panjang karena telah membawa kami merasakan suasana yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain ini, kami harapkan ini dapat menjadi yang terbanyak di Indonesia bahkan Dunia,” harapnya.
Awan Rahargo juga menambahkan, rasa rempah-rempah dari makanan cangkuak ini khas sekali dan bahan-bahanya pun sangat unik sekali, “setelah saya mencicipi cangkuak ini lidah saya sungguh terkejut dengan rasa yang unik diberikan oleh Cangkuak ini,” katanya.
“Semoga Kota Padang Panjang semakain religi, berkembang dan semakin maju tentunya dan saya harap kedepannya Kota Padang Panjang dapat memecahkan rekor Muri untuk makanan atau hal lainnya,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis yang diwakili Sekdako Indra Gusnady menyampaikan, acara ini membuktikan bahwa Kota Padang Panjang dapat memecahkan Rekor Muri dengan khasnya sendiri.
“Festival Cangkuak ini memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali bernostalgia dan mendekatkan generasi muda kita pada budaya, karena makanan cangkuak ini sudah ada sejak zaman penjajahan dulu,” kata Indra.
Indra menambahkan, Kota Padang Panjang yang biasa dikenal dengan Satenya sekarang dapat menonjolkan satu makanan yang telah lama ditinggal oleh masyarakatnya sendiri yaitunya Cangkuak, makanan cangkuak yang mudah sekali dimasak ini harusnya tidak dilupakan malainkan di kenalkan kepada masyarakat seluruh dunia.
“Semoga hal-hal seperti ini kita tingkatkan lagi dan ini juga merupakan sebuah kesempatan untuk kita bersatu bersama, berkumpul bersama untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Padang Panjang ini,” harap Indra.
Proses memasak Sambalado Cangkuak mendapat perhatian dari ribuan masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya yang memenuhi lokasi penyelenggaraan. Apalagi, dari 1.227 tungku yang disiapkan oleh panitia dengan menutup akses jalan, seluruhnya terisi dan menjadi pemandangan unik tersendiri.
Meski dilaksanakan di jalan raya, seluruh tungku yang terbuat dari susunan batu bata tersebut tersusun rapi, termasuk belango sebagai alat memasak Sambalado Cangkuak, mampu memutar memori peserta tentang proses memasak Sambalado Cangkuak pada zaman dahulu.
"Melihat belango sebagai alat untuk memasak Sambalado Cangkuak ini sudah sangat jarang ditemui. Apalagi para generasi muda kita, mungkin tidak banyak yang tau,” sebut salah seorang peserta yang berasal dari Kelurahan Silaing Bawah.
Selain pemberian penghargaan dari Lembaga MURI kepada Pemerintah Kota Padang Panjang juga dilakukan penarikan undian doorprize bagi peserta memasak Samabalado Cangkuak. (hen)




0 komentar:
Posting Komentar