ZAMANoke.com-MEMANG tak bisa dipungkiri, bahwa keindahan hutan yang masih alami, dan terletak di Kawasan Cagar Alam Rimbo Panti di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, mempunyai daya tarik tersendiri, yang belum ditemui di daerah lainnya di Sumatera Barat. Banyak yang belum tahu, bahwa Rimbo Panti, selain keindahannya yang alami, aura mistisnya memiliki potensi therapy kesehatan.
Lebih kurang 570 hektar dari Cagar Alam Rimbo Panti, dijadikan taman wisata, karena kekayaan flora dan faunanya. Hutan ini, banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan yang menghuni hutan ini. Air terjun, sungai dan sumber air panas yang selalu mengalir dari perut rimbo ini, bisa membuat kulit jadi halus, serta menghilangkan kerutan- kerutan di wajah dan leher, bagi yang berada di lokasi air panas, sekitar satu jam. Dan menurut orang orang tua di sana, sebaiknya dilakukan sekali seminggu.
Lebih kurang 570 hektar dari Cagar Alam Rimbo Panti, dijadikan taman wisata, karena kekayaan flora dan faunanya. Hutan ini, banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan yang menghuni hutan ini. Air terjun, sungai dan sumber air panas yang selalu mengalir dari perut rimbo ini, bisa membuat kulit jadi halus, serta menghilangkan kerutan- kerutan di wajah dan leher, bagi yang berada di lokasi air panas, sekitar satu jam. Dan menurut orang orang tua di sana, sebaiknya dilakukan sekali seminggu.
Soal hutan Rimbo Panti, yang masih alami, banyak ditumbuhi tumbuhan yang masih langka dan dilindungi. Diantaranya, bunga bangkai (Amorphophalus titanum), bunga raksasa (Rafflesia arnoldi), berbagai jenis anggrek serta pohon Andalas (Morus macroura).Itu sebabnya, Rimbo Panti mempunyai potensi mistis, terutama bagi kaum laki laki yang berada dibawah rindangnya pohon Andalas, hinga berjam jam. Kata orang yang pernah mencobanya, mampu meningkat gairah seks. Itu makanya, kaum lelaki di sana mampu melayani tiga istrinya secara rutin, meskipun telah berusia 70 an.Mungkin, karena masih banyaknya satwa langka di Rimbo Panti, khususnya dari keluarga burung, yaitu Burung kuau (Argusianus argus), Anggang tanduak (Buceros rhinoceros), Alang sarok (Ictinaetus malayanus), dan Raja udang (Ceyx erithacus). Dari keluarga mamalia, Rimbo Panti juga menjadi habitat bagi Beruang madu (Helarctos malayanus), Kukang (Nycticebus coucang), kancil (Tragulus javanicus), hingga Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae).Sehingga, aura mistis tetap terjaga.
Untuk itu, sebaiknya Rimbo Panti merupakan potensi daya tarik Ekowisata (Wisata berbasis Lingkungan) yang saat ini sedang tren di dunia, tetap terjaga kelestariannya. Diharapkan, pemerintah daerah, masyarakat Pasaman serta wisatawan menyadari hal ini dan menghidupkan, membangun, membersihkan serta menata kembali “Permata Hijau” demi kelestarian alam dan menjadi tujuan wisata bagi wisatawan local maupun manca Negara. (Met/ Wal)


0 komentar:
Posting Komentar