![]() |
| Suhatri Bur |
Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan sinergitas publikasi pelestarian cagar budaya di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Nilai-nilai tersebut bisa untuk pendidikan dan memperkenalkan kebudayaan leluhur kepada generasi muda. Dan, dengan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi mudamaka dapat meminimalisasi pengaruh budaya barat yang merusak karakter anak akibat globalisasi, tambahnya.
Apalagi kebudayaan juga menjadi identitas dan kebanggaan suatu daerah maka harus dilestarikan. Selain itu, dengan dilestarikannya kebudayaan maka dapat dimanfaatkan untuk pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan cagar budaya.
Dengan adanya kegiatan sinergitas publikasi pelestarian cagar budaya yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman Sumbar ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat di daerah ini, harapnya.
"Nanti masyarakat dan siswa dapat melihat hasil kebudayaan kita melalui kegiatan tersebut," katanya.
Kepala Balai Pelestarian Budaya Sumbar, Nurmatias mengatakan kegiatan ini akan diselenggarakan dari 16 - 19 April 2018 mendatang.
"Ada sejumlah kegiatan yang kita laksanakan," ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut yaitu pameran cagar budaya, sosialisasi cagar budaya, pemutaran film kebudayaan dan sejumlah lomba, terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan, di kawasan Padang Pariaman ini banyak terdapat cagar budaya dan kebudayaan tidak fisik.
"Mulai dari surau yang usianya sudah ratusan tahun sampai padadan ulu ambek," ujarnya.
Namun untuk melestarikan hasil kebudayaan tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan ia berharap masyarakat termotivasi untuk melestarikan kebudayaan di daerah itu. (jo)

0 komentar:
Posting Komentar