H. Hendri, S.Ag, M.Pd
ZAMANoke.com-KAKANWIL Kemenag Sumbar, Hendri, mengakui adanya penelantaran jemaah umroh, yang dilakukan oleh biro perjalanan umroh PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).Mereka telah menelantarkan ratusan jamaah umrah di Malaysia dan Arab Saudi. Padahal, PT.BMP ini sendiri sudah terdaftar dan memperoleh izin dari Kementerian Agama RI.

Bahkan,Hendri menyebutkan, bahwa pihaknya selama ini telah melakukan pengawasan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan, BMP merupakan salah satu biro perjalanan haji dan umrah yang legal, dan selama ini tergolong tidak ada masalah berarti.Untuk itu,Kanwil Kemenag Sumbar akan memanggil direksi PT BMP untuk meminta klarifikasi terkait kasus yang terjadi. "Selama ini mereka (BMP) baik-baik saja. Makanya kami panggil dulu, kami minta kalrifikasi dulu, baru Kanwil bisa merumuskan sikap atau sanksi bila memang diperlukan," kata Hendri.

Demi menghindari kejadian serupa berulang, Kanwil Kemenag Sumbar sedang membangun sistem pendaftaran ibadah umrah secara daring atau online. Hendri menyebutkan, sistem ini akan terintegrasi dengan sistem di pusat dan memudahkan pengawasan terhadap jamaah umrah.

Pendaftaran umrah secara daring juga sekaligus mempermudah pengawasan terhadap biro perjalanan haji dan umrah yang memberangkatkan jamaah. "Agar semuanya bisa terawasi dengan baik. Biro perjalanan diawasi. Jamaah juga diawasi," katanya.

Kanwil Kemenag Sumatra Barat juga membentuk tim khusus yang bertugas mengusut kasus terlantarnya ratusan jamaah umrah di Malaysia dan Arab Saudi, di bawah manajemen BMP. Hendri mengaku, tim ini sudah mulai bekerja sejak Kamis (29/3) lalu untuk menampung keluhan jamaah sekaligus menjajal mediasi dengan pihak BMP.

"Sayangnya, pimpinan BMP tidak di Padang sejak kemarin. Sepertinya dia juga lagi ngurus ini di Jakarta. Setelah kami kirimkan panggilan ulang, Dirut BMP menjanjikan datang Ahad (1/4)  pagi," kata Hendri.

Berdasarkan catatan Kanwil Kementerian Agama Sumbar, sebanyak 121 jamaah umrah tertahan di Kuala Lumpur, Malaysia akibat administrasi menuju dan selama berada di Arab Saudi yang belum rampung dibayarkan pihak biro perjalanan. Dari angka tersebut, 90 jamaah sudah dipulangkan pada Kamis (29/3) dan Jumat (30/3) ini oleh biro perjalanan mitra BMP. Sisanya, lanjut Hendri, akan diupayakan pemulangannya menggunakan jasa biro perjalanan di Kuala Lumpur.

"Sedangkan 200 orang tertahan di Arab Saudi. Namun sudah dikoordinasikan dengan KJRI. Diupayakan juga pemulangannya. Tapi intinya kami harus panggil dulu Dirut BMP ini," ujar Hendri. (Roby)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top