ZAMANoke.com-KEMETERIAN Pertanian mengalokasikan anggaran Rp20 triliun untuk membangun infrastruktur pascapanen. Infrastruktur tersebut, nantinya akan dikelola oleh empat perusahaan di BUMN Pangan untuk menyerap hasil panen petani.

Empat BUMN Pertanian itu ialah PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pupuk Indonesia Pangan dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, sinergi empat BUMN Pangan tersebut diharapkan dapat memotong rantai pasok penyerapan gabah petani dan menekan harga beras di tingkat konsumen.

"Kami tujuannya adalah mempercepat proses pascapanen. Kita akan fokuskan pada pemberian 'dryer', 'combine harvester', 'rice milling unit' dan 'packaging'-nya agar petani bisa mendapatkan harga yang baik," tutur Amran usai Ratas Pembahasan Modernisasi Industri Beras di Gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (3/4).

Keempat perusahaan tersebut, memang telah ditugaskan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menyerap gabah kering panen petani di berbagai wilayah, guna memotong rantai pasok dan menekan tingginya harga beras akibat ulah tengkulak.

Pembangunan infrastruktur pascapanen ini nantinya akan mempercepat proses serap gabah, terutama bagi BUMN yang tidak memiliki sarana pascapanen. (hen)



0 komentar:

Posting Komentar

 
Top