ZAMANoke.com-SETELAH roboh akibat gempa tahun 2009 silam, pada Jumat (20/4) kemaren, Bupati Padang Pariaman melalui Asisten III Bidang Pemerintahan Iddarussalam kembali meresmikan Masjid Baitul Iman di Korong Pautan Kabau, Nagari Sunur.

Peresmian dan pengukuhan pengurus Masjid tersebut, turut dihadiri oleh Kapolsek Nan Sabaris, Danramil, KUA, Camat Walinagari dan Niniak Mamak, Cadiak Pandai serta Alim Ulama.

Ketua Panitia acara Marjoni mengatakan, bahwa Masjid Baitul Iman yang diresmikan sekarang, sebelumnya adalah sebuah mushalla. Dan merupakan salah satu yang tertua di Nagari Sunur yang didirikan pertama kali tahun 1918 silam. Kemudian, pada 2009 lalu roboh oleh gempa," tutur Joni.

Pasca gempa ulasnya, dilakukan pembangunan kembali dengan peletakkan batu pertamanya pada tahun 2011 oleh Bupati Ali Mukhni.
"Awal pembangunan Masjid ini, hanya dengan dana yang tersedia sekitar 35 juta saja, dan alhamdulillah hingga saat ini pembangunan Masjid telah menelan dana hampir Rp.2 milyar itu selesai juga," terangnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah merelakan tanahnya dipakai sebagai tanah wakaf untuk pembangunan Masjid.

"Dan terimakasih juga pada dunsanak yang telah menyumbangkan satu ekor kerbaunya untuk acara peresmian dan pengokohan Masjid ini," ungkapnya dengan penuh haru.

Pada kesempatan itu juga, Iddarussalam menyampaikan, bahwa peresmian Masjid ini jangan haya sebagai simbol saja, melainkan juga berupa panggilan kepada masyarakat untuk meramaikan Masjid.

"Mari kita ramaikan Masjid ini terutama dalam melaksanakan shalat Jumat, kemudian selain sebagai tempat ibadah Masjid harus digunakan juga sebagai pusat aktifitas masyarakat dan pendidikan," ulasnya.

Jika perlu lanjut Iddarussalam, Masjid dijadikan sebagai tempat pusat kegiatan keuangan produktif seperti koperasi. Karena indikator utama tercapainya RPJMD Padang Pariaman, adalah tercapainya tingkat pendidikan secara merata.

Iddarussalam juga tidak menampik bahwa pengaruh narkoba tidak saja pada kalangan masyarakat umum tetapi juga sudah menyasar ASN. Dan, Padang Pariaman merupakan sentral pendidikan agama. Ia mengaku saat ini Padang Pariaman, tertinggi dalam angka LGBT dan Narkoba.

"Tidak hanya masyarakat biasa namun pegawai pemerintahan juga sudah menjadi sasaran Narkoba, sebagaimana yang kita ketahui beberapa hari yang lalu salah seorang ASN di Pemda. Padang Pariaman ditangkap pihak kepolisian atas kepemilikan Narkoba," ungkapnya.

Untuk itu harapnya, mari kita jaga anak,cucu, kemenakan kita dari pengaruh buruk lingkungan dengan senantiasa meramaikan Masjid.

Dan, diakhir acara dilakukan penggalangan dana untuk kelanjutan pembangunan Masjid tersebut yang terkumpul sebanyak Rp.10.850.000. (jo)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top