ZAMANoke.com-MASYARAKAT Minangkabau, terutama di Tanah Datar mempunyai banyak tradisi. Salah satunya adalah tradisi ‘RATIK TAGAK’ yang sampai saat ini masih terus dijankan oleh masyarakat di Kenagari Pariangan
Ratik Tagak adalah salah stu amalan umat Islam di Ranah Minang, dengan cara menyebut nama Allah secara bersama. Disebut Ratik Tagak karena dilakukan sambil tagak (berdiri).
Menurut keterangan Wali Nagari Pariangan, tradisi ini turun temurun. Bahkan, dia dan masyarakat setempat tidak tahu kapan mula dari tradisi ini dimulai. Masyarakat setempat sudah menemukan dan menerima tradisi itu dari orang-orang terdahulu.
Acara Ratik Tgak diikuti oleh semua masyarakat Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Mereka menyebut kegiatan ini sebagai hari raya. Perayaan setelah puasa enam hari pascalebaran Idul Fitri.
Tidak sekedar berdoa dan Ratik Tagak, tradisi ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturrahmi antar masyarakat. Usai ritual agama dilakukan, masyarakat makan bersama di lokasi terbuka.
Makanan dibawa oleh kaum ibu dengan ‘tuduang saji’. Ada sekitar 600 tuduang saji berisikan berbagai jenis makanan, mulai dari nasi sampai bua-buahan.
Selain masyarakat yang ada di kampung halaman, ratik tagak juga diikuti oleh perantau. Untuk memeriahkannya, di sepanjang jalan menuju lokasi acara, dipasang marawa. Warga yang hadir terlihat berpakaian rapi, apalagi ‘bundo kanduang’. Mereka sengaja berdandan untuk datang ke lokasi, mulai dari anak gadis sampai nenek-nenek. (ain)


0 komentar:
Posting Komentar