ZAMANoke.com-BERAS Sejahtera (Rastra) tahun 2018 diberikan gratis kepada 16.771 masyarakat yang berhak meneriamnya yang tersebar di seluruh nagari se-Kabupaten Tanah Datar, dengan berat masing-masing 10 kg. Ini berbeda dari tahun 2017, penerima manfaat memperoleh beras masing-masing15 Kg namun dengan subsidi atau penggantian beras Rp.1.600 per Kg beras.
Hal ini disampaikan Kadis Sosial Yuhardi, pada acara Launching dan Sosialisasi Program Bansos Rastra Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018, di Aula Kantor Bupati, Senin (29/1). Dan acara tersebut turut dihadiri, Wabup Zuldafri Darma, Asisten Ekobang Helfy Rahmy Harun, Inspektur Altri Suandi, Camat, Kepala Bulog Sub Divre Wil II Solok Andriati, Wali Nagari se-Tanah Datar dan perwakilan penerima Rastra.
Lebih lanjut Yuhardi menyampaikan, data penerima manfaat berasal dari petugas BDT (Basis Data Terpadu) yang ada di tiap nagari se Tanah Datar. "Data penerima tahun ini sama dengan tahun lalu, namun 2018 bisa diperbaharui setiap bulan melalui petugas BDT yang nanti akan mendata dan menyampaikannya ke pemerintah pusat, karena itu kalau ada perubahan data, manfaat petugas tersebut dengan semaksimal mungkin" harap Yuhardi.
Sementara itu Wabup Zuldafri Darma dalam sambutannya menyampaikan, beras Rastra atau dulu dikenal dengan nama Raskin terbukti menjadi program yang bisa meringankan beban masyarakat tidak mampu dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokoknya.
"Program ini telah dilaksanakan semenjak tahun 2008 lalu dengan nama Operasi Pasar Khusus dan berkembang sampai tahun 2018 ini dengan nama Bantuan Sosial Rastra gratis atau tanpa biaya tebus seperti tahun lalu. Dan tentu saja program ini diharapkan tepat sasaran,” sampai Wabup Zuldafri.
Ditambahkan Wabup, pelaksanaan tahun lalu masih ada nada-nada sumbang dan tidak satu suara di nagari dalam pelaksanaan program ini. "Sesuai laporan dan perkembangan di lapangan, ada beberapa tempat di Tanah Datar yang komplain dan menyatakan bahwa banyak masyarakat yang sebenarnya berhak, namun tidak dapat bantuan. Di sinilah diharapkan peran Wali Nagari bersama perangkatnya dengan koordinasi dengan dinas terkait ataupun memanfaatkan Petugas BDT untuk merubah data, sehingga terakomodir masyarakat yang berhak dalam menerima Bansos Rastra ini" ujarnya.
Tidak itu saja, ujar Wabup, Pemerintah Daerah menggandeng perantau dan masyarakat lainnya untuk turut serta dalam program sosial lainnya seperti Gapura Mantap. "Sampai agustus 2017 lalu, sudah ada 915 rumah masyarakat miskin yang dipugar. Ini berkat dukungan dan kerjasama Pemda bersama perantau, donatur dan masyarakat Tanah Datar lainnya. Namun tentu saja di samping pelaksanaan program, pelaporan realisasi juga harus disampaikan kepada Pemda melalui dinas terkait, sehingga data pelaksanaan program update di Pemda" tutup Wabup Zuldafri. (ain/ hen)

0 komentar:
Posting Komentar