ZAMANoke.com-SAAT ini, Kabupaten Padang Pariaman melalui salah satu pelaku usaha rumahan (UMKM)-nya, yakni CV. Ratu Buah yang bergerak dalam pengemasan buah-buahan telah mampu mengemas satu ton durian per hari yang diproduksi dalam dua jenis produk untuk dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, dan ke luar negeri.
"Kedua jenis produk tersebut adalah, durian beku untuk bahan makanan dan durian yang dapat dimakan langsung dikemas dalam kotak," kata Romi selaku pimpinan CV Ratu Buah, di 2x11 Kayu Taman.
Durian beku yaitu durian yang sudah dipisahkan daging dengan kulit dan bijinya sehingga dapat digunakan langsung untuk bahan makanan di antaranya es krim, selai roti, kue dan penganan lainnya.
Sedangkan durian yang dimakan langsung yaitu durian yang sudah dikeluarkan dari kulitnya, namun dagingnya masih melekat pada biji sehingga konsumen dapat menikmatinya seperti biasa, urainya.
ditambahkannya, harga untuk durian beku yaitu Rp70 ribu per kilogram, sedangkan untuk durian yang masih ada bijinya Rp50 ribu per kilogram. Dan, durian-durian tersebut dijual ke berbagai daerah mulai dari Medan, Jakarta, Batam, dan Malaysia.
"Tergantung truk yang menjemput, kalau truk yang datang untuk Jakarta, ya kirimnya ke Jakarta. Seperti itu juga untuk daerah lainnya," ujarnya.
Durian-durian tersebut didapatkan dari daerah itu, bahkan juga ada yang didatangkan dari luar kabupaten lainnya di Sumbar.
"Yang penting kita produksi terus setiap hari. Dan, hingga saat ini jumlah karyawannya sudah mencapai 15 orang yang berasal dari berbagai daerah,” urainya lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman Yakub menyebutkan pada 2017 daerah itu mampu menghasilkan 5.610 ton durian.
Dan, daerah penghasil durian terbesar yaitu Batang Anai 2.381 ton, Enam Lingkung 790 ton, Sungai Gringging 618 ton, akhirnya menguraikan. (jo)

0 komentar:
Posting Komentar