![]() |
| Bustanil Arifin |
"Saat ini ada 360 ekor sapi yang sudah diasuransikan peternak, kami targetkan 800 ekor hingga akhir tahun ini," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Bustanil Arifin di Parit Malintang, Rabu.
Ia mengatakan rendahnya realisasi tersebut karena minimnya kesadaran peternak untuk melindungi usaha ternak dari kerugian. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk mengasuransikan ternak tersebut tidak besar hanya Rp.200 ribu per-tahun untuk satu ekor sapi.
Namun apabila sapi yang diasuransikan tersebut betina pemerintah memberi subsidi sebesar Rp160 ribu per-tahun, terangnya.
"Jadi kalau sapi betina, pertenak hanya perlu membayar Rp40 ribu per tahun," katanya.
Apabila peternak mengasuransikan sapinya dan dikemudian hari ternak tersebut mati maka peternak akan mendapatkan ganti rugi Rp10 juta per ekor.
"Jadi peternak tidak terlalu dirugikan atas kematian sapi tersebut. Berbeda jika tidak diasuransikan, peternak tidak akan mendapat apa-apa," ujarnya.
ditambahkannya, untuk mendaftarkan asuransi ternak tersebut peternak dapat menghubungi petugas peternakan di daerah itu. Karena petugas ada di setiap kecamatan. Biar mereka yang membantu mendaftarkan dan membayarkannya, katanya lagi.
Saat ini jumlah sapi di daerah itu mencapai 38 ribu ekor, kerbau 13 ribu ekor, kambing delapan ribu ekor, dan ayam ratusan ribu ekor, akhirnya.
Sementara itu, salah seorang pertenak mengatakan ia cukup tertarik untuk mengasuransikan sapinya. Namun dia masih ragu dengan sistem ganti rugi atau hal-hal mendetail lainnya.
Untuk itu, dia berharap kepada pihak terkait agar menyosialisasikannya baik secara bersama dengan peternak lainnya maupun saat petugas menginseminasi sapi miliknya.
"Saya sering menginseminasi sapi tapi petugas tidak menyampaikan terkait ansuransi tersebut," terangnya. (jo)

0 komentar:
Posting Komentar