ZAMANoke.com. MALANG benar nasib masyarakat Kampung Paraman Dareh,yang merupakan bagian dari Nagari persiapan Air Manggis Barat ( Kp.Padang Sarai, Kp.Padang dan Kp Paraman Dareh), Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman.Mereka merasa tak dianggap oleh Pemkab Pasaman, sebagai bagian dari nagari pemekaran tersebut. Betapa tidak, tak ada satupun warga Kp.Paraman Dareh, yang diterima menjadi perangkat nagari persiapan itu. Anehnya, diantara mereka yang ikut seleksi, ada yang sarjana ( S1 ) 5 orang, tak satupun yang lulus. Sementara, di dua kampong lainnya, hanya bermodalkan ijazah SLTA,lulus semuanya.Itu makanya, masyarakat dan tokoh adat Kp.Paraman Dareh, melakukan protes melalui suratnya kepada Bupati Pasaman, tertanggal 21 Mei 2018 lalu. Intinya, masyarakat merasa dizalimi, karena dari 6 orang ( S 1 ) dan 5 orang ( SLTA ) yang ikut seleksi perangkat nagari, tak satupun yang lulus. Sementara, kantor Walinagari persiapan Air Manggis Barat, terletak di Kp. Paraman Dareh.
Juga disebutkan pada surat tersebut,bahwa semula Kp.Paraman Dareh, sudah enggan bergabung dengan Kp.Padang Sarai. Bahkan, pemuka adat, ninik mamak dan masyarakat telah menyatakan sikap bergabung dengan Nagari persiapan Kp Nan VI atau tetap berada di nagari Air Manggis induk. Tapi, pemkab pasaman menetapkan bergabung dengan Kp. Padang Sarai dan Kp. Padang.Dan yang dikuatirkan itu, memang terjadi.
Kemudian, bak disambar petir di sian bolong, masyarakat dikejutkan dengan adanya kesepakatan sebagian ninik mamak dan Joorong Kp. Paraman Dareh, dengan Pj Walinagari Persiapan Aia Manggih, Yomi Valenna serta Camat Lubuk Sikaping, Mardianto. Yang menyakitkan anak nagari Kp.Paraman Dareh tersebut, dimana isi kesepakatan yang ditandatangani bersama itu, isinya justru mendukung hasil seleksi perangkat nagari tersebut, tanpa mempedulikan anak nagari Kp. Paraman Dareh, ungkap para pemuda di sana.
Karenanya, Puluhan Masyarakat Kampung Paraman Dareh, pada Rabu 06/06/2018, mendatangi kantor Camat Lubuk Sikaping, dan waktu itu warga menemui lansung Camat Lubuk Sikaping, Mardianto,SH, guna melakukan protes atas kesepakatan tersebut.
Cukup ramai warga yang hadir, diantaranya, tokoh masyarakat, pemuda dan ibu-ibu. Mereka menyampaikan kekecewaan mereka kepada sang Camat, tentang hasil pengumuman seleksi perangkat nagari, yang mereka nilai tidak adil bagi warga Paramen Dareh, sementara kantor Wali Nagari berada di Kampung Dareh.Sebab, dari 9 (sembilan) orang perangkat nagari yang telah diumumkan lulus tersebut, tidak ada satu orangpun dari kampung Dareh, ungkap salah seorang tokoh masyarakat Kampung Dareh, Abdul Haris Samarkandi.
“Kantor Wali Nagari ada dikampung kami, namun warga kami tidak ada satupun yang lulus sebagai perangkat Nagari, bagaimana mungkin warga kami yang ikut seleksi semuanya sarjana, dan dikalahkan pula nilainya oleh peserta dari dusun lain yang nota bene hanya lulusan Sekolah Menengah Atas,” ungkap salah seorang warga yang ikut hadir.
Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara warga dan Camat Mardianto, karena warga tidak bisa menerima keputusan Panitia Seleksi yang mereka nilai tidak adil dan sarat kepentingan. Mardiando,SH akhirnya menyarankan warga agar membuat surat sanggahan yang nantinya di sampaikan ke pemerintahan Nagari di Kabupaten.
Semua proses dan pemeriksaan hasil tes berlangsung terbuka dan telah dilakukan sesuai prosedur, bahkan pemeriksaan hasil tes disaksikan oleh Kepala Jorong kampung Dareh yang menjadi bahagian dari Panitia Seleksi,ungkap ketua Tim Seleksi Aan Afrinaldi.” Kami mengumumkan hasil tes sesuai dengan jumlah nilai yang diperoleh peserta saat pelaksanaan tes”, ujarnya.
Jika tuntutan mereka tidak di akomodir, warga meminta agar keberadaan kantor Wali Nagari Air Manggis Barat dipindahkan dari kampung Dareh, serta menganjurkan untuk tidak melaksanakan pelantikan Perangkat Nagari di Kampung Dareh, karena tidak akan menjamin keamanannya, jika keputusan ini tetap dipaksakan maka, kami tiga ratus KK tidak akan mau bergabung dengan Nagari Persiapan Air Manggis Barat. Dan langkah selanjutnya, akan melayangkan protes ke Mendagri, ungkap yang hadir waktu itu.(St.M/Mul ).

0 komentar:
Posting Komentar