IRAWADI
ZAMANoke.com-CIRI-ciri orang mukmin, adalah berpendirian teguh, pantang menyerah, tidak kenal mundur, dan punya keinginan yang kuat.
Sesungguhnya, orang orang yang beriman hanyalah orang orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu ragu. ( QS.Al-Hujurat:15 ).

Sepertinya, dalam perjalanan hidup ini, bisa ditarik kesimpulan, bahwa keraguan dan kebingungan bisa menyerang umat manusia kapan saja, dan dimana saja.Apalagi, umumnya umat manusia itu mudah sekali ragu dan bingung.Mulai dari seseorang itu memasuki perguruan tinggi, memilih pekerjaan dan dalam menentukan jodoh yang akan dinikahinya.

Lihat saja, dimana rata rata calon mahasiswa, ketika hendak memilih perguruan tinggi yang akan dipilihnya. Diantara mereka, tidak tahu mengambil jurusan apa, dan itu memakan waktu lama dalam menentukan pilihannya.Dan, ada juga masuk jurusan apa saja, dan hanya betah setahun dua tahun. Awalnya, masuk fakultas syariah, kemudian berpaling ke fakultas ekonomi. Terus,setelah beberapa semester pindah ke fakultas kedokteran.Sehingga, usianya pun habis terbuang untuk berpindah pindah jurusan.

Andaikan dia mau mengukur kemampuan dirinya, bermusyawarah, dan selalu melakukan istikharah, kemudian tidak terpengaruh dengan orang kiri kanannya, niscaya dia akan bisa menghemat umurnya dan akan memperoleh apa yang diinginkannya dari spesialisasi yang diambilnya.

Begitu juga pada saat memilih pekerjaan yang sesuai. Diantara mereka, ada yang tidak tahu dan bingung, apa profesi yang cocok untuk dirinya.Ketika sudah menjadi pegawai negeri,dia ingin jadi pengusaha, dengan merintis usaha dagang sendiri.Lalu, karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam perdagangan, maka akhirnya dia jadi bangkrut, dan jatuh miskin.Bahkan kemudian, jadi luntang lantung tak punya pekerjaan.

Allah dalam firmanNya selalu mengingatkan, barangsiapa dibukakan pintu rezeki, maka hendaklah ia menekuninya.Artinya, rezekinya ada di pintu itu. Karena, siapa pun menekuni satu bidang kerja, nisccaya akan datang kepadanya kemudahan, pertolongan dan hikmah.

Hal yang sama juga terjadi, ketika saat menentukan atau memilih jodoh untuk menikah. Banyak diantara pemuda, yang  bingung dan ragu dalam menentukan istri. Hal itu, adanya pengaruh dalam menentukan pilihan. Seperti adanya kemauan sang Bapak, yang ikut menentukan dan bahkan memaksa putranya menikah dengan wanita pilihannya.Mungkin, karena terpaksa, sang anak mengikuti pilihan Bapaknya tersebut. Tapi, akhirnya rumah tangga mereka tidak bertahan lama.

Terus,ketika rumah tangga tidak lagi harmonis, banyak yang ragu dan bimbang dalam menjatuhkan talak.Terkadang, bulat keinginan untuk berpisah, kemudian bimbang lagi dan ingin tetap mempertahankan rumah tangganya.Dengan terlalu sering bimbang dan berubah pikiran seperti itu, maka dia pun dilanda keletihan, dirundung panas jiwa, dan menjadi rusak cara berpikirnya. Semua itu, hanya Allah yang tahu.

Untuk itu, harus diakhiri dengan keputusan yang pasti.Setiap manusia itu, hidupnya hanya sekali, hari hari yang dilalui tidak akan berulang.Karenanya, kita harus berusaha menikmati waktu yang akan berlalu tersebut, dan agar waktu menghantarkan kita kepada kebahagian dengan cara menetapkan keputusan.

Memang benar, ada yang disebut kesabaran, ketabahan, penantian dan harapan. Namun, sampai kapan ?  Nah, untuk itu, perlu kepekaan dan tahu apakah sesuatu itu sempurna atau tidak, baik atau tidak, bisa dilanjutkan atau tidak ? Makanya perlu pendirian yang kokoh dalam mengambil keputusan, meskipun keputusan itu konsekwensinya begitu pahit. Seperti kata penyair, “ Obat penawar bagi yang tidak disukai adalah segera melepaskannya”.   

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top